Idulfitri, Perayaan Mengalahkan Musuh Terbesar


Saya senang mendengar takbir, apalagi jika di tempat saya mendengarnya, takbir terdengar bersahutan, dari Masjid ke Masjid. Tak sedikitpun merasa bosan atau merasa terganggu, bahkan jika takbir tersebut oleh bocah-bocah madrasah, yang saling rebutan mic. Perlahan dalam hati dan sesekali bergumam, saya mengulang takbir tersebut, lalu hangatlah rasanya dada ini.

Makin ke sini, pertemuan dari Ramadan ke Ramadan terasa begitu cepat, tidak seperti zaman masih bocah, waktu masih tarwih cuma biar buku catatan Ramadan terisi tanda tangan ustadz yang ceramah saat setelah tarwih. Dan jujur, memang sejak merantau, Ramadan jadi terasa kurang semarak, terasa seperti hari biasanya, bedanya harus sarapan sahut dan menyegerakan berbuka.

Dalam sebulan, sudah kita maksimalkankah semua amalan baik?

Di awal Ramadan, sudah disiplin kah kita untuk makan sahur dan berbuka dengan yang manis?

Di tengah Ramadan, sudah rajinkan kita membaca Al Qur’an dan memahami artinya?

Di akhir Ramadan, apakah terasa sedih karena takut tak dapat kesempatan bertemu Ramadan lagi?

Jawablah dalam hati, karena sesungguhnya satu bulan terakhir, yang kita kalahkan adalah diri sendiri. Idul Fitri, adalah kemenangan dari peperangan melawan diri sendiri.

13584125_614070768770311_796046905_n

 

Selamat Idulfitri 1437 Hijriah, teman-teman

Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, Shiyamana Wa Shiyamakum

Minal Aidin Walfaidzin

Semoga kita kembali merasakan nikmat Ramadan tahun depan, AAMIIN!

Salam ><(((” ,>

 

#JuliNgeBlog

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s