A conversation with Man In The Mirror


Jadi beberapa hari yang lalu, saya tiba-tiba k̶e̶s̶u̶r̶u̶p̶a̶n̶ ̶V̶a̶l̶a̶k̶ dapet ilham untuk ngetweet:

awalnya hanya satu tweet, namun entah karena momentum apa, sampai tweet tersebut jadi serangkaian tweet yang lumayan banyak dapat reaksi.

anest di Twitter 'punya passion aja ga cukup, lo harus punya waktu buat ngelakuinnya. dan waktu, adalah sesuatu yg bisa lo dapet, dg mengorbankan sesuatu.' (1)

Sebelumnya, saya ingat pernah baca tentang quarter life crisis ini di blog nya @aMrazing,

saya kutip 2 kalimat yang lumayan nyentil saya dari si kokoh sipit itu:

Terlalu sibuk galau masa depan, gue lupa menikmati masa sekarang

dan kalimat ini

Passion itu akan ada dan hadir ketika elo sudah mengerjakan sesuatu, dan menekuninya, dan ternyata, elo suka

 

Dari rentetan tweet di atas, tentu saja ada yang merespon (tanpa mention ke saya) dengan sinis, “passion, passion, emang bisa makan pake passion”. xD

Saya sendiri pun, tergolong orang yang belum menemukan apa passion saya.Suka musik, tapi belum punya karya apa-apa, suka nonton film tapi bikin vlog yang footage nya bagus dinikmati aja belum bisa. Suka banget sama typography tapi cuma sampai di koleksi fonts premium, suka menulis tapi membaca buku tak pernah rutin dan nambah jumlah tiap tahunnya. Belum ada hal yang saya benar-benar kuasai, sampai hal itu melekat di pikiran orang tentang saya.

Hobi dan passion itu dua hal yang berbeda. Yang saya sebutkan di paragraf sebelum ini adalah hobi, sesuatu yang saya menarik minat saya, namun belum menjadi sesuatu yang membuat saya benar-benar jatuh cinta. Sampai saat itu saya masih dalam pencarian apa Passion saya. Namun, bersyukurnya, saya termasuk orang yang selalu bersemangat ketika mengerjakan hobi, sampai akhirnya bisa dapat penghasilan dari sana. Tapi tetap saja, semua hobi ini bukan passion saya.

Hobi, skill, Passion.

Hobi adalah sesuatu yang membuat kamu senang,

Skill adalah yang kamu butuhkan untuk melakukan Hobi,

Sementara Passion: Ini yang bisa membuat kamu melakukan hal-hal gila, sesuatu yang bisa membuat kamu keliling dunia, dicatat dalam sejarah. Passion bisa membuat kamu bahagia, walau pun ia tak menghasilkan uang buat kamu, ia bisa membuat kamu melakukan hal-hal gila yang tak pernah kamu pikirkan sebelumnya, ia adalah sesuatu yang jika kamu sudah temukan, tekuni, kamu lakukan terus menerus, akan membuat kamu jadi orang paling bahagia di dunia.

 

Kamu punya pendapat sendiri tentang passion?

bagi di kolom komentar ya! 🙂

 

ps: tulisan ini adalah sebagai lanjutan dari latihan menulis tiap minggu di blog, mohon maaf kalau masih loncat-loncat, karena sama sekali tidak diedit dan saya membiarkan jemari ini menari di atas keyboard :p

 

Advertisements

3 thoughts on “A conversation with Man In The Mirror

  1. JEDEERRRRR.. tersentil dengan ini huahahaha..
    Kondisi aku serupa kak. Aku suka coba-coba ini itu, ikut arus, kepo-kepo bin curious, tapi aku belum sampai tergila-gila pada satu hal yang spesifik. Kalau meminjam istilah dari almarhum mama, aku ini anaknya panas-panas tai ayam 😂 – eksperimental tapi kurang persistent.

    HAHAHA..
    Aduh obatnya apa ya? Ya harus niat sih kayaknya… #irisnadi xD

  2. terima kasih sudah mampir kak Nat, senasib kayaknya kita.

    ini bukan penyakit yang harus ada obatnya kak, mungkin cuma butuh waktu hingga passion menemukan kita 😀

    #aihsedap

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s