Sejarah saya dan sebuah instrumen :)


Gilmore GA 01 EQ

Gilmore GA 01 EQ

Ini adalah Pacar Gitar saya, Gilmore GA 01. Usianya belom ada 1 tahun, tepatnya saya beli bulan juni lalu, setelah sempat berkali-kali ganti gitar selama di semarang, karena 2 gitar yang ada di rumah ga mungkin saya bawa waktu kuliah di semarang. Pertama beli februari 2010, merk Caraya harga 600ribuan, karena lebih sering dianggurin waktu itu sempat sambil kerja ke luar kota, lalu dijual, sampai akhirnya saya beli lagi ๐Ÿ™‚ gitar merk Cort dengan harga 800ribuan. Yang akhirnya dijual lagi. Awal tahun 2011 saya beli Gilmore Acoustic-electric GA 01 (tanpa lubang resonansi) yang hanya berumur 3 bulan #tepokjidat.

Sebelum beli Gilmore ini saya memimpikan Big Baby Taylorย  sih sebenarnya, tapi apa daya, harga 2nd nya saja menyentuh 10juta dibagi 2 ๐Ÿ˜ฆ .

#eh,ย  di postingan ini saya lagi iseng aja, mau cerita, gpp kali ya? sekalian beresin debu-debu di blog ini ๐Ÿ™‚

Belajar gitar pertama kali waktu kelas 1 SMP, abang saya yang paling tua, pernah dibeliin gitar sama orang tua saya, Waktu sekolah menengah tahun 97, harganya 50rb :D. Ga ada yang ngajarin, saya belajarnya dari melihat temen-temen yang sering main di warung perempatan jalan deket rumah. Terkagum-kagum melihar bagaimana mereka bisa memainkan sebuah lagu tanpa melihat chord yang dimainkan, jari-jarinya mengalir begitu saja :p.

Akhirnya saya belilah senar baru untuk gitar abang itu, dilanjut sama beli buku-buku panduan belajar gitar, buku-buku dan majalah chord lagu-lagu terbaru.

Namun saya lupa tepatnya berapa lama saya berhasil memainkan lagu dengan gitar, yang jelas yang saya ingat lagunya itu judulnya Hidupku kan Damaikan Hatimu-nya Caffeinne sama lagu Jamrud; Telat 3 Bulan HAHAHAHAHA :)) belajarnya murni otodidak, termasuk menghafalkan chord-chord dasar

Memasuki SMA, lagu-lagu yang bisa dimainin makin banyak, waktu itu PETERPAN sama UNGU lagi ngehits banget :p, sayangnya dulu saya belum mengenal banyak genre musik, seperti jazz, reggae, dll…jadi yah ga berkembang skillnya, sekedar gonjrang-gonjreng aja.. Tapi menariknya justru saya jadi sering di todong untuk mengiringi temen-temen waktu ada acara seperti classmeeting dll. Justru dengan skill seadanya jadi sering disuruh guru kesenian waktu SMA (Bu Ida) untuk mengiringi temen bawain lagu-lagu religi saat kultum tiap jum’at.

Saya jadi sumber temen-temen dapetin chord lagu-lagu terbaru :p direbutin untuk masuk kelompok kesenian ๐Ÿ˜€
Dan yang paling berkesan juga adalah mungkin ini faktornya yang membuat ketua osis bisa jadi pacar saya ๐Ÿ˜€ HAHAHAHA

sekarang lagi iseng-iseng record minus one lagu-lagu yang asik buat dibikin versi akustiknya, coba aja cek di soundcloud.com/anes-aan

buat yang mau request minus one, mau kolaborasi? :p silahkan aja, tapi ga janji bisa selesein cepet yah…sok sibuk nih :p

demikian postingan gaje ini ๐Ÿ™‚

CIAO!

Advertisements

2 thoughts on “Sejarah saya dan sebuah instrumen :)

  1. […] tempat abang saya, balik lagi ke semarang, angkut lagi ke Depok. Termasuk salah satunya menjual Gitar Gilmore GA-01 kesayangan saya karena ga mau repot bawa pulang ke Bukittinggi. Sampai olahraga jantung saat hampir […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s