Sedikit Sharing dari @Ardiandhy menemukan dan mengolah materi #StandUpComedy


Ini hasil rangkuman saya, dari tweet @Adriandhy yang sedang share ke akun @StandUpIndoMDN tadi malam.

Pertama yang harus dipahami banget, Stand Up itu bukan ‘joke-telling’ dan bukan ‘story-telling’.

Materi standup biasanya lebih ke pengalaman pribadi atau sudut pandang si comic-nya dalam melihat sesuatu.

Karena itu, kalo mau standup yang benar, HINDARI mengambil materi buku kumpulan humor yg ada di pasaran atau website humor.

Cerita2 di buku macam “mati ketawa a la Russia” atau “Humor Gokil” itu udah menyebar luas di masyarakat.

Kalo kita hanya menceritakan ulang itu, jokes kita jadi nggak original. Meskipun pembawaan bisa lucu, tapi gak ada surprise.

Paling enak buat gua itu liat sekitar. Kalo kita peka, materi di mana2. Misal: perhatiin kelakuan orang atau aktifitasnya.

Misal, orang kalau ngantri itu gimana, kalau belanja mereka gimana, dst.

Terus dari situ, kalau kata Raditya Dika, apa yang bikin lo gelisah dari yang terjadi di sekitar.

Kata Radit jangan pikirin lucu dulu, cari apa yang membuat lo gelisah dengan yang lo lihat.

Dan ternyata manjur. Abis lihat fenomena-fenomena sekitar, kasih attitude ke hal itu, supaya jadi SUDUT PANDANG.

Attitude itu bisa se-simple : Gua heran sama.. Gua seneng kalau.. Gua bingung kenapa.. Gua gak ngerti kenapa.. Dsb.

Nah, cara paling aman itu adalah dengan memungkinkan diri kita untuk mencatat apa yang kita lihat di sekitar kita. Bebas.

Bawa aja notebook kecil kalau lagi jalan ke Mall, ke kampus, ke kantor, ke mana pun. Biar kita bisa list down satu-satu.

Sumber materi itu sumber-nya ada 3 : Inner-self (diri sendiri), Outer-self (Orang lain), dan The world within (Sekitar).

Inner-self misalnya. Perhatikan diri kita sendiri. Apa yg bikin kita bingung tentang diri kita sendiri. Pengalaman termasuk

Seperti Mo Sidik dan Asep Suaji. Kekuatan materi mereka dari inner-self. Mo tentang berat badannya, Asep tentang namanya.

Asep gelisah namanya susah disebut orang bule (inner-self), Gua suka liat Karni Ilyas karena mirip Doraemon (outer-self)

Pandji heran kenapa kemana pun dia pergi di Indonesia khotib cara bicaranya gitu semua (The world within)

Atau caranya Chris Rock bisa dicoba juga. Baca berita yang banyak. Perkaya diri dengan informasi. Lalu jadikan jokes.

Nah, kalau ambil materinya dari luar diri sendiri, jangan lupa riset tentang itu. Jangan ngarang. Kurang nampol nantinya.

Yang gua maksud ngarang tuh bikin fakta sendiri. Misal waktu gua bikin jokes tentang fixie, gua ngobrol sama penggila fixie.

Gua tanya fixie ngabisin duit berapa, apa yang bikin dia beda dari sepeda lain, dll.

Misal lo mau ngarang “Gua heran kenapa peternak ayam suka nyanyi dangdut”, Peternak beneran bisa nyanggah “Ah kata siapa?”

Jokes berhasil ketika orang denger dan mereka bilang “Iya bener! bener! emang gitu!” Kata kuncinya : AKTUAL.

Gua lupa baca di buku mana, ada kutipan “Comedy is about truth”. Semakin kita jujur, semakin bisa lucu.

Mo Sidik tidak membohongi kegemukannya. Asep tidak membohongi kejombloannya. Mereka jujur, jadinya lucu banget.

Udah itu aja kalau dari gua sih kuncinya : Observasi, catat, riset, kasih attitude, jadikan jokes.

Oh iya, yang paling penting: menurut  pengalaman gua, joke yang paling berhasil adalah yang waktu lo nulis lo ikutan ketawa!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s